Kamis, 13 Maret 2014


(RESPIRASI HEWAN)

Laporan

disusun untuk memenuhi tugas praktikum Biologi kelas XI
                                        hari, tanggal          :    Senin, 11 Maret 2014
                                        guru pendamping : Fajar Adinugraha, S.Pd





oleh
           1.      Christopher/3/XI IPA
           2.    Gabriella/7/XI IPA
           3.    Gary/8/XI IPA
           4.    Jeffry/10/XI IPA





SMA CITRA KASIH JAKARTA

2014
     





I.     Judul : RESPIRASI HEWAN

II.    Tujuan Percobaan
        Menganalisis pemanfaatan oksigen pada hewan insekta.



III.  Dasar Teori
Insecta bernapas menggunakan sistem trakea. Sistem trakea pada serangga, misalnya belalang terdiri atas spirakel, saluran (pembuluh trakea), dan trakeolus. Spirakel atau stigma merupakan jalan keluar masuknya udara dari dan ke dalam sistem trakea, terdapat di kerangka luar (eksoskeleton), berbentuk pembuluh silindris yang berlapis zat kitin, terletak berpasangan pada setiap segmen tubuh, dan merupakan tempat bermuaranya pembuluh trakea. Pada umumnya spirakel terbuka selama serangga terbang, dan tertutup saat serangga beristirahat. Udara masuk melalui empat pasang spirakel depan dan keluar melalui enam pasang spirakel belakang. Oksigen dari luar masuk lewat spirakel, kemudian menuju pembuluh-pembuluh trakea, selanjutnya pembuluh trakea bercabang lagi menjadi cabang halus yang disebut trakeolus. Dengan demikian, oksigen dapat mencapai seluruh jaringan dan alat tubuh bagian dalam.

IV. Alat dan bahan
1. Respirometer
2. Serangga
3. Kristal NaOH
4. Methylene Blue

V. Langkah kerja
1 . Periksa respirometer, di dalam respirometer tidak boleh ada air
2. Tetesi kapas dengan KOH atau beri kristal NaOH. Masukkan kapas ke dalam botol respirometer. Jangan sampat terkena tangan, gunakan pinset.
3. Masukkan satu jenis insecta ke dalam botol respirometer. Tutuplah botol respiroeter. Olesi tutup botol dengan vaselin agar tidak bocor
4. Letakkan respirometer pada meja. Pada ujung pipa tetesi dengan larutan eosin menggunakan pipet. Sebelumnya, dibawah ujung pipa kamu alasi tissue/kapas agar eosin tidak tercecer
5. Amati mulai titik awal methylene blue. Amati apakah ada gerakan methylene blue. Lakukan pengukuran setiap 1 menit hingga seluruhnya menjadi 5 menit. Lakukan lagi 5 menit kedua dan 5 menit ketiga
6. Kalau masih ada waktu, lakukan beruang kali dengan menggunakan jenis insecta yang lain.
7. Matikan salah satu insecta tersebut, kemudian masukkan dalam respirometer. Adakah gerakan air pada pipa?

VI. Data/Hasil Pengamatan







VII. Analisis Data
  Dalam percobaan ini, cairan methylene blue yang dimasukan di ujung pipa respirometer dapat bergerak karena tidak ada udara yang dapat masuk maupun keluar dari respirometer. Hal ini disebabkan oleh vaselin yang dioleskan pada tutup tabung respirometer dan eosin di dalam pipa
Karena itu, saat insecta menghirup oksigen, cairan methylene blue akan bergerak.
VIII. Jawaban Pertanyaan
  1. Apa guna Respirometer? Jawaban : untuk menganalisis pemanfaatan oksigen pada hewan insekta.
  2. Apa fungsi KOH dan NaOH dalam praktikum ini? Jawaban : fungsi dari KOH atau NaOH dalam percobaan ini adalah sebagai pengikat karbon dioksida agar tekanan dalam respirometer menurun.
  3. Adakah perbedaan jumlah oksigen pada 5 menit I,II dan III? Mengapa? Jawaban : ada, karena aktivitas yang dilakukan oleh serangga berbeda setiap 5 menit, dan kadar oksigen yang makin menurun setiap 5 menit.
IX. Kesimpulan
 Methylene blue digunakan sebagai penanda.
  
 KOH dan NaOH digunakan untuk mengikat karbon dioksida agar serangga dan semut tidak menghirup CO2 untuk menentukan laju kecepatan pernapasan dengan akurat.


 Berdasarkan percobaan ini, dapat dilihat bahwa insecta dengan ukuran tubuh yang lebih besar lebih banyak menghirup oksigan daripada insecta dengan tubuh yang lebih kecil.
X. Saran
    Selain mengamati pemanfaatan oksigen pada hewan insekta, kita juga bisa menyelidiki faktor lain yang mempengaruhi respirasi pada serangga.
XI. Daftar Pustaka
     Dari situs : Puri Maulana. Sistem Pernapasan pada Insecta Belalang. Online at http://perpustakaancyber.blogspot.com/2012/12/sistem-pernapasan-pada-insecta-belalang.html [diakses tanggal 15 Maret 2014]